Bismillahirohmaanirohiim
Tepat di pergantian tahun ini saya menulis tentang resolusi kedepan di tahun yang akan datang (walau resolusi itu tidak saya share di sini😊) dan pastinya mengevaluasi hasil yang telah terjadi di tahun-tahun yang telah berlalu.
.
Karena saya yakin, ketika kita menuliskan apa yang akan kita capai, kita akan tau “Fokus” mana yang akan kita lakukan dan pastinya sunnatullah tulisan-tulisan itu akan masuk kedalam alam bawah sadar kita dan menjadi do’a.
Bukankah “Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”.

Yang utama, jangan lupa bahwa “Kita hanya berencana dan berikhtiar, namun Allah lah Sang Penentu Segala”
.
Seperti kisah dan pengalaman saya ini di CPNS Kementrian Agama 2018
Tepat di tanggal 19 November 2018, saya mengikuti SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dari Kementrian Agama KanWil Sumatera Utara dengan score TWK 105, TIU 80 dan TKP 142 dengan total score 327 . Qodarullah score TWK dan TIU lulus passing grade dan TKP “hanya” kurang 1 point. 

Saya meyakini diri sendiri bahwa Allah tidak akan menukar rezeki hamba-Nya. Saya pasrah dengan ketentuan-Nya, sembari menunggu kabar dari Kementrian Agama yang katanya akan segera memberikan pengumuman resmi terkait kelulusan SKD di awal bulan Desember yang belum pasti di tanggal berapa.

Namun perasaan saya semakin tidak karuan, ketika jadwal keberangkatan Umroh yang sudah di persiapkan besama keluarga besar dari bulan Juli ternyata juga di bulan Desember. Hari demi hari di awal bulan Desember berlalu, namun belum ada informasi tentang tanggal pasti kelulusan SKD dan jadwal SKB itu, sampai akhirnya di tanggal 10 Desember 2018 saya memperbaiki niat dan berangkat memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci, Makkah Al-Mukarromah dan Madinah hingga 20 Desember 2018.

Di tanggal 14 Desember 2018 tepat habis Sholat Isya waktu Makkah Al-Mukarromah, saya lihat pengumuman dari Kementrian Agama bahwa “Alhadulillah, saya Lulus SKD dengan score 327, P2L” dan bahwa di tanggal  17 Desember 2018 akan dilakukan Psikotest Seleksi Kompetensi Bidang.
.
Dalam hati saya, Yaa Allah. Saat ini saya sedang menjadi tamu-Mu di Tanah Suci, saya memenuhi panggilan-Mu Yaa Allah bersama keluarga, namun di saat yang bersamaan saya di panggil pula oleh Kementrian Agama untuk melakukan SKB, otomatis saya tidak akan bisa melakukan SKB itu karena di peraturan sudah tertulis “bahwa yang tidak datang di tanggal 17 Desember 2018 maka dinyatakan gugur”, saya yakin rencana-Mu lebih indah dan berilah aku keikhlasan untuk menjalani ini dan gantilah ia dengan hal yang lebih baik menurut-Mu dan baik pula bagiku Yaa Allah, Yaa Rohman. 
.
Di tanggal 17 Desember 2018. Setelah berusaha menguatkan diri, saya cerita ke orang tua bahwa saya lulus SKD dari Kementrian Agama dengan formasi “Guru Matematika Ahli Pertama” namun, saya juga memberi tahu bahwa saya tidak bisa ikut SKB, setelah mencoba menahan air mata ini agar tidak keluar namun ternyata ia keluar juga, terlebih setelah membaca Informasi di Grup CPNS KEMENAG bahwa teman-teman menyatakan bahwa mereka banyak yang tidak bisa ketika di tanya tentang Bahasa Arab dan dalam hati saya berkata Ya Allah, saya bisa, ini bahasa sehari-hari ketika saya di Pesantren dulu, namun nyatanya Enggkau belum mengizinkan saya ikut SKB… Yaa Allah, saya tidak bermaksud riya, tapi saya beneran bisa dan ampunkanlah segala dosa-dosa saya dan beri aku keikhlasan dengan sebaik-baik ikhlas dari-Mu yaa Rabb.

Qodarullah, orang tua mensupport saya dan meyakinkan saya, bahwa Allah pasti akan menggantinya dengan hal yang lebih baik lagi, dengan hal yang tidak akan mebuat kecewa, dan dengan hal yang pastinya akan membuat kita sangat bersukur atas ketentuan yang telah Allah tetapkan. MasyaaAllah. Dan saya yakin itu...

Maka dari itu, di prolog saya telah menuliskan statement “Bahwa kita hanya berencana dan berusaha, namun Allah lah yang menentukan”
Bukankah telah tertulis pula di Qur’an, Surah Al Baqarah: 216
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)
“… boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Allahuakbar, inilah yang menguatkanku, aku yakin bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kita, bahwa masih banyak cara kita untuk bisa mengabdikan diri ini buat Indonesia tercinta walau saat ini belum dengan menjadi Aparatur Sipil Negara...
Semangat, Ganbatte, Hamasah \^.^/
  😊😊😊




Dan ketika tulisan ini tertulis, saya sudah di Indonesia
Pematangsiantar, 1 Januari 2018
Pukul 03.49 WIB
Kamar Inspirasi💗